Sistem pendidikan di Indonesia dan Malaysia memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Hal ini tentu saja perlu dipertimbangkan bagi para siswa yang hendak melanjutkan kuliah di Universitas Malaysia. Persiapan yang matang sangat diperlukan untuk bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan tersebut.
Salah satu perbedaan utama antara sistem pendidikan di kedua negara tersebut adalah dalam hal kurikulum. Menurut Dr. Mochammad Taufik, seorang pakar pendidikan di Indonesia, “Sistem pendidikan di Indonesia cenderung lebih teoritis dan kurikulumnya lebih kaku dibandingkan dengan Malaysia yang lebih menekankan pada aplikasi dan keterampilan praktis.”
Universitas Malaysia juga dikenal memiliki pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif. Menurut Prof. Dr. Mohd. Ismail Abd Aziz, seorang ahli pendidikan Malaysia, “Kami lebih mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan proyek kolaboratif, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah yang dibutuhkan di dunia kerja.”
Selain itu, sistem penilaian di Universitas Malaysia juga berbeda dengan di Indonesia. Di Malaysia, seringkali terdapat penekanan pada penilaian berbasis proyek dan presentasi, sementara di Indonesia lebih banyak ujian tertulis. Menurut Dr. Sarah Wong, seorang dosen di Universitas Malaya, “Siswa Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi penilaian berbasis proyek dan presentasi, yang mungkin tidak biasa bagi mereka.”
Oleh karena itu, para siswa Indonesia yang hendak melanjutkan kuliah di Universitas Malaysia perlu melakukan persiapan yang matang. Mereka perlu memahami perbedaan sistem pendidikan di kedua negara tersebut, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaboratif mereka. Dengan persiapan yang baik, diharapkan para siswa dapat sukses menyelesaikan studi mereka di Universitas Malaysia.